Artikel By: KH. Muhammad Mursyid, M.Pd.I

ada orang bertanya :

“ustadz, banyak anak-anak lulusan pesantren, tetapi kelakuannya, akhlaknya buruk, muamalahnya jelek, dan ibadahnya kurang rajin”.

dijawab :

  • kalau banyak dalam artian lebih dari 3 (katsir), bukan mayoritas (bukan aktsar)… mungkin.
  • pastinya, pesantren itu bukan tempat untuk mencetak nabi,
  • pesantren itu tidak mampu mencetak orang baik.
  • yang bisa dilakukan pesantren hanyalah menyampaikan akhlak-akhlak nabi kepada santri,
  • menyediakan lingkungan yang kondusif untuk teramalkannya akhlak-akhlak nabi yang dipelajari.
  • selebihnya kembali kepada pribadi masing-masing, pastinya dan yang terpenting adalah hidayah serta taufiq dari RABBUL ‘IZZATI.
  • ratusan ribu orang yang bertemu dengan nabi shallallahu alaihi wasallam, tapi berapa orang yang mau beriman kepadanya?… itu kelas nabi, apalagi kita?.
  • atau mau mencari pelajaran akhlak nabi di sekolah-sekolah yang jam palajaran agamanya hanya 2 jam seminggu?

– atau mau mencari ajaran-ajaran agama yang syaamil, lengkap di sekolah-sekolah yang bahkan gurunya tidak mampu menerjemahkan al-Qur’an dan sabda-sabda Nabi shallallaahu alaihi wasallam?.

“tetapi ustadz, katanya di pesantren sering ada kasus begini dan begitu”?.

dijawab :
“mungkin betul, tapi itu bukan hanya di pesantren… di SMA negeri, juga ada kasus begini dan begitu… malah tawuran antar pelajar seringnya di sekolah umum, bukan di pesantren… tidak usah sebutkan peredaran narkoba, seks bebas yang terkadang melibatkan anak-anak sekolah umum”.

pertanyaannya; “lebih sering dan besar dimana kemungkinan kasus kejahatan terjadi… di sekolah umum atau di pesantren?”.

“tapi ustadz, ada anak yang sekolah di sekolah umum namun akhlaknya baik”.

dijawab :

  • kebaikan terdapat di mana saja… masalahnya di mana kebaikan paling mungkin didapatkan?…
  • pesantren ibarat mata air yang murni dan jernih… setiap orang boleh minum air sungai, air laut, air rawa… tapi, tetap saja mata air lebih murni dan lebih jernih.
  • jika ada orang yang minum air dari mata air, lalu kemudian sakit… apatah lagi jika dia minum air rawa, air laut, atau sumber-sumber lainnya.
  • pesantren hanya berikhtiar mendidik santri-santrinya untuk bisa meneguk air ajaran agama yang murni… selebihnya kita harus banyak berdoa untuk menggapai hidayah Allah.
  • pesantren tidak mampu membuat santri-santrinya menjadi anak saleh… tapi mampu mengenalkan, mengajarkan, mengarahkan kepada santrinya seperti apa akhlak nabi shallallahu alaihi wasallam 24 jam sehari, 7 hari seminggu… bukan hanya 2 jam pelajaran seminggu.
  • pesantren bukan tempat sulap yang dapat merubah seseorang menjadi seperti kemauannya.
  • pesantren hanya wadah untuk mencari ilmu Allah… berubah menjadi baik atau tidak, balik lagi ke diri masing-masing.
    tetapi suatu yang pasti, tidak mungkin pesantren mengajarkan keburukan kepada santrinya.

.
.
.
website : www.khairulummah.sch.id
Instagram : @khairul_ummah
Twitter : @PPKUBatuGajah
Facebook : pesantren khairul ummah
Email : officialpp.khairulummah@gmail.com
.
.
“Berakhlakul Karimah Unggul Dalam Prestasi”
.

.

#BerakhlakulKarimah #UnggulDalamPrestasi #pesantrendiriau #pesantrentahfidz #santriindonesia #santriberpreatasi #pesantrendiinhu # pesantrenterbaikdiriau #pesantrenterdekat #alumnipesantren #pesantrenterbaik #khairulummah #santrippku

 

Tags: , , , , , , , , , , , , ,